Pengaruh Kecepatan Potong dan Kecepatan Pemakanan terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST42 pada Proses Pembubutan Konvensional
DOI:
https://doi.org/10.52158/dm3ctk40Kata Kunci:
kecepatang potong, kecepatan pemakanan dan kekasaran permukaanAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan potong, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan hasil pembubutan baja karbon ST42. Pengujian dilakukan menggunakan mesin bubut konvensional dengan spesimen ST42 berdiameter 30 mm dan panjang 50 mm. Parameter permesinan divariasikan pada kecepatan potong 100–500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25–2,50 mm/rev, serta kedalaman potong 1,5 mm dan 2,5 mm. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester Mitutoyo SJ-310. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan potong menurunkan kekasaran permukaan, sedangkan peningkatan kecepatan pemakanan meningkatkan kekasaran. Nilai kekasaran permukaan terendah sebesar 3.792 µm diperoleh pada kecepatan potong 500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25 mm/rev, dan kedalaman potong 2,5 mm
Referensi
[1] A. A. Al Dolaimy, “Effect of cutting parameters on surface roughness in turning process,” Journal of Engineering and Applied Sciences, vol. 12, no. 3, pp. 745–750, 2017.
[2] R. Abimanyu and A. Nurdin, “Analisis pengaruh parameter pembubutan terhadap kekasaran permukaan baja karbon,” Jurnal Teknik Mesin, vol. 8, no. 2, pp. 85–92, 2019.
[3] M. Ardyan, A. S. Nugroho, and B. Santoso, “Pengaruh kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan pada proses pembubutan,” Jurnal Rekayasa Mesin, vol. 10, no. 1, pp. 33–40, 2018.
[4] R. Raul and D. Widiyanti, “Analisis keausan pahat dan kualitas permukaan pada pembubutan baja karbon,” Jurnal Teknik Industri, vol. 6, no. 2, pp. 101–108, 2017.
[5] A. Febriyano, M. Rifai, and S. Hadi, “Optimization of turning parameters to minimize surface roughness,” International Journal of Mechanical Engineering and Technology, vol. 9, no. 6, pp. 120–128, 2018.
[6] M. Shaifudin, A. Prasetyo, and Y. Kurniawan, “Pengaruh parameter pemotongan terhadap kualitas permukaan dan keausan pahat,” Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, vol. 7, no. 3, pp. 145–152, 2020.
[7] R. S. Pawade, S. S. Joshi, and P. K. Brahmankar, “Effect of machining parameters and cutting edge geometry on surface integrity of high-speed turned Inconel 718,” International Journal of Machine Tools and Manufacture, vol. 48, no. 1, pp. 15–28, 2008.
[8] A. Bhattacharya, S. Das, P. Majumder, and A. Batish, “Estimating the effect of cutting parameters on surface finish and power consumption during turning,” Measurement, vol. 46, no. 1, pp. 273–280, 2013.
[9] H. K. Tönshoff, C. Arendt, and R. B. Amor, “Cutting of hardened steel,” CIRP Annals, vol. 49, no. 2, pp. 547–566, 2000.
[10] S. Thamizhmanii, S. Saparudin, and S. Hasan, “Analysis of surface roughness by turning process using Taguchi method,” Journal of Achievements in Materials and Manufacturing Engineering, vol. 20, no. 1–2, pp. 503–506, 2007.
[11] A. Sharma, A. K. Gupta, and R. Singh, “Experimental investigation of cutting parameters on surface roughness in turning operation,” Materials Today: Proceedings, vol. 5, no. 2, pp. 3695–3702, 2018.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Budha Maryanti, Fransye Joni Pasau, Veryyon Harahap, Lia Pongsapan, Renaldi Putra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








