Perbandingan Korosi Pada Baja Karbon AISI 1018 Menggunakan Lapisan Cat Enamel Dan Cat Akrilik Dalam Larutan Nacl Dengan Konsentrasi 3,5%
DOI:
https://doi.org/10.52158/jamere.v6i2.1704Kata Kunci:
AISI 1018, Cat Akrilik, Cat Enamel, Korosi, NaCl 3,5%, Uji PerendamanAbstrak
Baja karbon rendah AISI 1018 banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri, namun memiliki kerentanan yang tinggi terhadap korosi, terutama pada lingkungan maritim yang mengandung ion klorida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ketahanan korosi pada baja karbon AISI 1018 yang dilapisi cat enamel dan cat akrilik, serta membandingkannya dengan spesimen tanpa lapisan (uncoated/raw material). Metode penelitian yang digunakan adalah uji perendaman (immersion test) dalam larutan Natrium Klorida (NaCl) dengan konsentrasi 3,5% selama variasi waktu 7, 14, 21, 28, dan 31 hari. Pengamatan visual secara makroskopis dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme degradasi dan perkembangan produk korosi pada permukaan spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen tanpa lapisan mengalami korosi merata (uniform corrosion) sejak awal perendaman, membentuk lapisan oksida besi (Fe3O4) berwarna abu-abu gelap kehitaman yang tebal. Lapisan cat akrilik mengalami kegagalan fungsi proteksi yang signifikan dengan ditemukannya korosi bawah lapisan (underfilm corrosion) berupa produk karat (Fe2O3.H2O) berwarna oranye kecokelatan yang menutupi seluruh permukaan akibat tingginya porositas cat. Sebaliknya, cat enamel menunjukkan performa proteksi fisik paling optimal dengan mempertahankan integritas lapisan di area utama hingga hari ke-31, di mana degradasi hanya terjadi secara lokal di area tepi (edge corrosion). Dengan demikian, cat enamel lebih direkomendasikan sebagai lapisan pelindung baja AISI 1018 pada lingkungan kaya klorida dibandingkan cat akrilik.
Referensi
[1] R. Wulan, E. Ginting, and K. Karo, “Ekstrak Daun Sawo ( Manilkara Zapota L ) Sebagai Inhibitor Terhadap Laju Korosi Baja Aisi 1018 dalam Medium Korosif NaCl 3 %,” vol. 3, no. 1, 2022.
[2] J. Teknik, M. Politeknik, and N. Lhokseumawe, “Korosi logam dan pengendaliannya; artikel review,” pp. 847–852.
[3] S. Sabirin, A. C. Febiawan, A. A. Gustama, F. A. Irfany, Y. O. Ramadhan, and A. Y. Wibisono, “PERAN INHIBITOR KOROSI PADA PROSES DAN HASIL PRODUKSI BAJA : STUDI LITERATUR REVIEW,” vol. 8, no. 1, pp. 26–36, 2023.
[4] U. Nurini and E. Ginting, “Pengendalian Laju Korosi Baja Aisi 1018 Dalam Medium Korosif NaCl 3 % Menggunakan Inhibitor Ekstrak Daun Ketapang ( Terminalia catappa L .),” vol. 3, no. 1, 2022.
[5] F. Ms, E. Saud, D. Pasayu, and A. Hidayat, “Perbandingan Pengaruh Kecepatan Arus Air terhadap Laju Korosi dan Kekerasan pada Alumunium dan Baja Karbon sebagai Prototipe Plat Body Kapal,” vol. 14, no. 01, pp. 165–171, 2025.
[6] D. Cahyadi, D. F. Puspita, W. Pratiwi, B. Besar, B. Teknik, and J. S. No, “TANTANGAN INDUSTRI CAT DALAM NEGERI DALAM MENGHADAPI GLOBAL LEAD PAINT ELIMINATION BY 2020 CHALLENGE OF NATIONAL PAINT INDUSTRY FOR FACING GLOBAL LEAD PAINT ELIMINATION BY 2020,” vol. 2020, pp. 75–79, 2020.
[7] A. Hafizh, A. Rasyid, D. I. Santoso, and F. Y. Utama, “Pemilihan Parameter Pengecatan Untuk Mendapatkan Ketebalan Lapisan Cat Yang Tepat Untuk Permukaan Tidak Merata,” pp. 82–87, 858.
[8] E. Karyawati, S. Kustriyanti, A. S. Lathifah, and Z. Cyly, “Pelatihan Melukis Pada Media Kaca dengan Menggunakan Cat Enamel di Kelurahan Tunjungsekar , Malang , Jawa Timur,” vol. 2, no. 2, pp. 242–250, 2022.
[9] S. R. Rhandika, D. Fernandez, and I. Nanda, “Pengaruh Variasi Jarak Penyemprotan di dalam Spray booth terhadap Ketebalan Lapisan Cat pada Bodi Kendaraan Effect of Spraying Distance Variation in a Spray booth on Paint Coating Thickness of Vehicle Body Panels,” no. November 2025, pp. 43–50, 2026.
[10] D. Sofri, F. Arif, S. A. Albab, G. Wibisono, and A. Dwi, “Pelatihan Cat Bodi Sepeda Motor Menggunakan Metode Spray Pada Masyarakat Desa Pelemkerep,” vol. 2, pp. 22–28, 2024.
[11] S. Pengembangan, S. Lukis, D. I. Desa, N. Kabupaten, D. Mendukung, and I. Kreatif, “Abdi Seni,” vol. 13, no. 2, pp. 104–114, 2020.
[12] B. Mulyati, S. Si, and M. Si, “Tanin dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi.”
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yuliana Simons, Muhammad Khaithir Haidar, Ferdi Pratama, Mikhel Albert John

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








