The Influence of Air Cavity Dimensions and Shape in Briquettes on Their Heat Transfer Capability

Penulis

  • Alfred Noufie Mekel Politeknik Negeri Manado
  • Paul M. Rumagit Politeknik Negeri Manado
  • Tammy T.V. Pangow Politeknik Negeri Manado
  • Fransiscus J. Tulung Politeknik Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.52158/jamere.v6i1.1657

Kata Kunci:

Briquettes, shell charcoal, air channels

Abstrak

Bahan Bakar alternatif dari Biomasa berbentuk Briket adalah merupakan salah satu solusi yang dapat diandalkan, di bumi Indonesia Biomasa masih sangat berlimpah yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyak banyak sebagai bahan bakar, selain itu kapasitas panas yang dihasilkan tidak kalah dengan bahan-bahan bakar lainnya dan cara pembuatannya juga tidak terlalu rumit. Penelitian ini adalah bertujuan mencari tahu seberapa cepat kemampuan panas yang dihantarkan oleh briket yang diberikan saluran udara dari bahan yang dipadu antara arang tempurung dengan tempurung kelapa. Variasi saluran udara ada tiga model ; f 20 mm, f 31mm dan f 10x4 mm dengan paduan arang 200 : 50 tempurung dan arang 200 : 25 tempurung, menggunakan perekat tepung kanji. Model II Briket B adalah briket yang mempunyai kemampuan hantar panas terbaik dengan waktu 12 menit untuk mendidihkan air 1 liter, serta efisiensi penyalaan dari briketnya 78%.

Referensi

[1] Data Energi Terbarukan | Renewable Energy

[2] Trinugroho, S, 2021, Analisis Pengaruh Bahan Tambah Serbuk Arang Briket dan Bestmittel pada Kuat Tekan Beton. Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, 69-71.

[3] Aklis, N., Rohmat, T. A., & Saptoadi, H, 2021, Pengaruh Thermal Wall Terhadap Karakteristik Hidrodinamika Dan Karakteristik Singas Pada Dual Fluidized Bed Sasifier Berbahan Bakar Tempurung Kelapa Dengan Simulasi Berbasis CPFD. Media Mesin: Majalah Teknik Mesin, 49-63.

[4] Pari, G, 2002, Teknologi Pemanfaatan Limbah Alternatif Industri Pengolahan Kayu, Makalah M.K. Falsafah Sains, Program Pascasarjana IPB, Bogor.

[5] Mursalim, Waris Abdul, 2004, Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Briket Arang, Laporan penelitian Pengabdian Universitas IPTEK Pada Hasanudin. Lembaga Masyarakat.

[6] J.Laine, A/Calafat dan M.Malady, 1998, Preparation and Characterization of Activsted Carbons from Coconut Shell Impregnated With Phosporic Acid, Jurnal Carbon Vol 27, No.2, (191-195)

[7] Djeni Hendra, 2007, Pembuatan Briket Arang dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif, UDC (USDC) 630*86.

[8] M Rifqi Aziz, Ahdiat Leksi Siregar, Azhar Basyir Rantawi dan Istianto Budhi Rahardja, 2019, Pengaruh Jenis Perekat Pada Briket Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Waktu Bakar. Prosiding SEMNASTEK

[9] Saleh, A, 2013, Efisiensi Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Terhadap Nilai Kalor Pembakaran Pada Biobriket Batang Jagung ( Zea Mays L .), 78–89.

[10] Faijah, Fadilah, R., & Nurmila, 2020, Perbandingan Tepung Tapioka dan Sagu pada Pembuatan Briket Kulit Buah Nipah (Nypafruticans), 6, 14.

[11] Muhammad Sahrul Firmansyah , Siti Fatimah Nurhayati, (2024, Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa sebagai Energi Alternatif. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 2, No. 2, 118-123.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

The Influence of Air Cavity Dimensions and Shape in Briquettes on Their Heat Transfer Capability. (2026). Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy, 6(1), 47-52. https://doi.org/10.52158/jamere.v6i1.1657