Pelestarian Kearifan Lokal di SMP Negeri 1 Entikong Perbatasan Indonesia-Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.52158/g0593w89Kata Kunci:
local wisdom, cultural preservation, border education, SMP Negeri 1 Entikong, school as cultural agentAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sekolah dalam melestarikan kearifan lokal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi secara langsung dan wawancara mendalam terhadap guru dan siswa di SMP Negeri 1 Entikong, perbatasan Indonesia-Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan sekolah bukan hanya sebagai institusi pendidikan formal, namun juga sebagai agen pelestarian budaya melalui pengintegrasian nilai-nilai lokal dalam berbagai kegiatan sekolah seperti kegiatan pembelajaran, ekstrakulikuler, dan relasi sosial antarwarga sekolah. Guru memegang peran penting dalam mentransmisikan nilai kearifan lokal, sementara siswa menunjukkan respons positif dalam berbagai kegiatan terhadap upaya pelestarian tersebut. Penelitian merekomendasikan pentingnya kebijakan kurikulum yang lebih kontekstual terhadap budaya lokal, khususnya di wilayah perbatasan, dan perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah terkait kearifan lokal, mengingat wilayah ini terletak di perbatasan yang menjadi ruang interaksi lintas budaya serta rentan terhadap penetrasi nilai-nilai eksternal yang dapat menggeser identitas kultural masyarakat setempat.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Patrisia Rahayu Utami

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



View JACE Stats